Rumah Tamu (Rumi, Letters to Sam)
Menjadi manusia ibarat rumah tamu.
Setiap pagi datang tamu yang baru.
Kegembiraan, kesedihan, atau kekejaman
sejumlah kesadaran sekejap muncul
bagaikan tamu yang tak diduga.
Sambutlah dan jamulah mereka semua!
Meskipun mereka adalah sekerumunan nestapa
yang menyapu seisi rumahmu
mengosongkan dari segala yang ada didalamnya,
tetap hormatilah setiap tamu.
Dia mungkin membersihkan rumahmu demi kebahagiaan baru.
Pikiran suram, kepura-puraan, dengki
sambutlah mereka di muka pintu dengan tawa,
dan undanglah mereka masuk.
Berterimakasihlah kepada siapapun yang datang,
karena setiap tamu dikirimkan dari atas sana
sebagai pemandumu.
Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri.
– ― Andrea Hirata, Padang Bulan
